“Apa pantas? Apa semua ini bisa diterima? Apa akan ada yang lebih baik? Bukankah mereka lebih memiliki semua? Apa benar jika merasakan hal ini?”

Banyak sekali pertanyaan di dalam kepala, yang seakan-akan meminta jawabannya. Memaksa pikiran untuk bekerja dua kali lipat yang mana menyebabkan rasa marah tiba-tiba hadir. Sampai di titik menyalahi diri sendiri, marah dengan diri sendiri, ingin memukul diri sendiri.

“Kamu kenapa engga bisa jawab? Apa terlalu sulit? Apa memang tidak memiliki kuasa? Jangan hanya diam”

Seperti itu kerja otak. Sering kali rasa tidak percaya diri hadir, atau mungkin setiap hari? Apa normal? Bagi yang sering merasakannya, pasti saya akan jawab “Iya, normal“, Lalu apa semua orang pernah merasakannya “Iya, pasti“, atau mungkin tidak juga?

Mempercayai seseorang mungkin adalah sebuah kerja yang sulit, mengenal seseorang pun akan sangat sulit, menerima seseorang pastinya sangat sulit sekali. Tetapi, ada yang lebih sulit dari itu semua, saat kita tidak dapat menerima diri kita sendiri, saat kita tidak percaya dengan diri sendiri.

Apakah perlu menerima diri sendiri?” Perlu.

Apakah sulit melakukannya?” Sangat sulit.

Jangankan melakukannya, untuk memulaipun sulit, tau kenapa? Karena, langkah pertama dari menerima diri sendiri adalah dengan mengenal diri sendiri. Tapi, kamu engga sendiri, di luar sana banyak sekali yang saat ini sedang mencoba untuk mengenal dirinya sendiri.

Apa yang saya suka? Apa yang mengganggu saya? Bagaimana saya menenangkan diri saat saya takut? Saat saya panik? Apa yang membuat saya gundah? Apa yang membuat saya nyaman? Bagaimana langkah yang harus saya lakukan saat semua mulai terlihat kacau?” ….. dan pastinya akan ada banyak pertanyaan lainnya.

Engga perlu dapat jawaban hari ini, mungkin besok, atau lusa, atau minggu depan, atau bulan depan, atau tahun depan, atau saat umur kita beranjak kepada dua, atau bahkan lebih. Semua punya waktu, semua akan terjawab dengan sendirinya kalau kamu yakin rasa cinta kamu dan rasa ingin tahu kamu dengan diri sendiri sangat besar. Sehingga untuk mendapat jawaban-jawaban itu, walau kamu harus jatuh lebih dulu, kamu harus patah, kamu harus luka lalu masuk rumah sakit semua akan kamu terima. Karena kamu yakin, apa yang kamu lakukan demi cinta kamu dengan dirimu sendiri, agar kamu dapat mengenal dan menerimanya dengan baik, agar kamu lebih nyaman, agar susah mu tetap bisa kamu terima, agar patah dan kecewa tetap bisa kamu hadapi.

Dari kamu, untuk kamu.

Jangan terburu-buru, kita lakukan satu langkah demi langkah. Versi baik dirimu yang ada di sebrang sana, siap menunggu kamu.

Write A Comment