Process, Personalities, Hard Worker, Friendship, Team Lead, Discipline, Diverse Talent, Feeling and most importantly meaning in every song. Musik Kpop memiliki jalan cerita yang kuat di setiap lagunya sehingga setiap makna yang coba disampaikan melalui musik mereka sampai pada setiap hati penggemar.

How about “Visual”? Benar, sebagai penggemar tidak menampik bahwa Visual dari idol kpop sangat cantik dan tampan. Tapi, percaya engga? Visual tanpa memiliki beberapa hal yang sudah dijabarkan di atas tidak akan membuat penggemar bertahan lama.

Let me introduce them,

Dari Kpop aku menyadari satu hal, sering kali non-Kpop selalu menganggap sebelah mata apa itu “Kpop” yang mana identik dengan sesuatu hal yang negatif. Mereka seakan-akan lupa, bahwa dimana ada sisi negatif disitu ada sisi positif. Sebagai penggemar banyak sekali hal positif yang aku dapatkan dari group idola ku. Begitupun kalian mungkin, ada banyak hal yang bisa kalian dapatkan dari idola kalian.

Beberapa group Kpop memiliki banyak member, bukan hanya yang berkebangsaan Korea, beberapa member juga berasal dari luar Korea. Hal tersebut tidak membuat mereka bersikap untoleran. Yap, mereka melakukannya dengan sangat baik sampai saat ini. Selain itu, banyak dari mereka telah menjadi trainee sejak usia muda, bahkan usia ketika baru menginjak sekolah dasar. Bagaimana mereka sampai di titik ini adalah hasil dari kegigihan mereka. Jauh dari keluarga yang berada di negara lain, saling memberi support ke sesama member, memberi kekuatan, kerja team yang dilakukan dengan sangat baik, latihan pagi siang malam.

iKON’s Bobby : “I think reaching the top is ambiguous in and of itself. Above the top is the sky, above that is the universe, and even above that there’s going to be something else. I always want to be growing, higher than the sky and the universe.”

Kembali lagi, bagaimana mereka sampai di titik ini adalah hasil dari proses yang sangat panjang yang telah mereka perjuangkan dengan banyak sekali yang dikorbankan. Semua hal itu, menjadi sisi positif yang dapat kita ambil dari Kpop, yang menjadikan penggemar begitu mencintai Kpop.

Pernah dengar kalimat “idols are human too”?

Mereka dituntut menjadi sempurna, menjadi baik di mata setiap kepala, menjadi ramah terhadap semua. Menjadi yang paling kuat saat penggemar merasa di titik terendahnya, saat penggemar memiliki harapan idol yang dicinta bisa memberi kekuatan entah lewat karya atau segala afirmasi positif yang disampaikan. Penggemar merasa ditemani, merasa di dukung, merasa tidak sendiri. Apa itu berlebihan? Iya, bagi non-Kpop tapi tidak bagi penggemar Kpop.

SHINee’s Jonghyun : “Cry out loud once, then look in the mirror and shake it off. I’ve cried like that before and others will have times like that too. Cheer up. You’re not alone.”

Hal tersebut, seakan membuat kita lupa bahwa idol sama seperti kita. Sama-sama manusia, sama punya sedih, sama punya lelah, sama punya tekanan, sama memliki hambatan, sama bisa marah. Tapi, banyak dari mereka tidak melakukannya. Kenapa? Karena tuntutan dari berbagai hal. How can we supposed to be? Bagaimana bisa kita tidak jatuh cinta, jika melihat bagaimana proses mereka, bagaimana mereka menjalaninya, bagaimana mereka melaluinya?

Hal-hal di atas adalah jawaban dari pertanyaan “What made you love Kpop?”

Lalu bagaimana dengan sisi negatifnya?

Kita sebagai penggemar memiliki hak dan batas atas apa yang kita “dapatkan”, membatasi dan batasi. Kita harus punya kontrol atas diri kita untuk membatasi agar tidak terlalu hanyut apalagi untuk hal yang bersifat negatif. Membatasi diri, adalah kunci yang perlu kita pegang untuk dapat menyaring mana yang perlu dinikmati dan diperajari.

Selamat belajar dari banyak hal, salah satunya group idol Kpop. Selamat mencintai!

Write A Comment