Sejak dirilis pada tanggal 27 Oktober lalu, League of Legends: Wild Rift berhasil mendapatkan popularitas di kalangan pecinta game MOBA.

Gameplaynya yang dinamis, durasi match yang pendek tapi tetap seru, serta fitur-fitur yang teradaptasi dengan baik untuk platform mobile. Secara keseluruhan, Riot Inc. bisa dibilang sukses dalam meng-convert game LoL untuk platform mobile. Kendati demikian, meskipun sudah didongkrak oleh popularitas dari LoL itu sendiri, Wild Rift masih belum bisa menyaingi MOBA mobile lain seperti Mobile Legends: Bang atau Arena of Valor di ajang kompetitif. Mengapa?

Nah, kali ini kita akan membahas fitur-fitur yang harus segera dimiliki oleh LoL: Wild Rift untuk dapat menjadi game esports papan atas.

1. Sistem Queue Sesuai Role/Lane

Ini adalah fitur LoL yang sayangnya tidak terimplementasi ke Wild Rift. Saat ini, Wild Rift hanya memiliki system queue yang mirip dengan blind pick. Ini akan menjadi masalah saat pemilihan champion, dimana beberapa pemain akan memilih lane yang sama sehingga dan akhirnya mempersulit jalannya pertandingan.

Jika Riot benar-benar ingin Wild Rift menjadi game esports kompetitif papan atas maka system queue per role/lane merupakan fitur yang harus mereka tambahkan dengan segera.

2. Solo Queue dan Flex Queue

Selain fitur queue sesuai dengan role, solo queue (queue dengan maksimal dua orang per tim) dan flex queue (queue dengan maksimal lima orang per tim) juga menjadi fitur yang cukup penting, terutama untuk mereka yang ingin menjadi pro-players.

Khususnya solo queue, yang sejak lama menjadi tempat para calon pemain pro untuk memperlihatkan kemampuan mereka agar dilirik oleh tim esports.

Meskipun beresiko toxic, solo queue adalah fitur yang dibutuhkan oleh para talenta-talenta baru untuk bisa bersinar. Dengan tidak bergantung pada teman ataupun tim, solo queue menjadi ajang unjuk gigi bagi para pemain untuk menunjukkan kemampuan individu yang mereka miliki. Tidak hanya mematahkan stigma kalau rank merupakan indikator dari kemampuan, solo queue juga bisa membuat Wild Rift senantiasa menjadi kompetitif berkat kemunculan talenta yang tidak terduga.

3. Mode Spectator

Mode Spectator adalah fitur lain yang harus segera ditambahkan ke Wild Rift. Selain sebagai sarana untuk menyaksikan pertandingan antar pemain lain, keberadaan fitur ini juga amat dibutuhkan bagi mereka yang ingin mengadakan turnamen-turnamen profesional Wild Rift.

Mode Spectator juga memiliki fungsi yang sangat penting bagi para pemain. Lewat fitur ini, pemain casual bisa secara langsung mengamati dan mempelajari teknik milik pemain pro. Tim-tim profesional juga bisa mereview dan menganalisa permainan mereka, sehingga latihan dan scrim yang dilakukan bisa menjadi lebih produktif.

4. Identitas yang Terpisah Dari LoL

Wild Rift juga harus memiliki identitas yang terpisah dari LoL, sesuatu yang membuat orang-orang memilih untuk menonton ajang kompetitif Wild Rift ketimbang LoL. Saat ini, persepsi orang-orang menganggap kalau Wild Rift hanya sekedar versi mobile dari LoL.

Salah satu cara yang bisa dilakukan oleh Riot adalah dengan memberikan konten eksklusif untuk Wild Rift yang tidak ada pada versi PCnya.

5. Jumlah Champions dan Item yang Lebih Banyak Lagi

Memang, untuk kategori game yang baru dirilis Wild Rift menawarkan banyak sekali champions serta item untuk digunakan. Tapi jika Riot ingin Wild Rift menjadi game esports yang kompetitif, jumlah tersebut yang dimiliki sekarang tidaklah cukup.

Saat ini Wild Rift memiliki lebih dari 40 champions, 47 items, dan 9 keystone runes. Untuk dapat menjadi game yang lebih kompetitif lagi Riot harus menambahkan champions, items, serta mekanik yang baru seiring dengan berjalannya waktu.

Author

Journalist. Passionate about superhero movies, video games, and technology.

Write A Comment