Pada era digital ini, semakin banyak pemilik bisnis dan individu yang membutuhkan website, hal tersebut menjadikan aplikasi desain website sebagai aplikasi yang dibutuhkan oleh seorang desainer untuk merepresentasikan seperti apa layout/ desain website yang akan dibuat.

Proses ini sering disebut dengan proses pembuatan mockup*/ prototyping/ desain user interface, proses tersebut dilakukan sebelum developer mulai membuat barisan kode HTML dan CSS sebagai pondasi utama dalam pembuatan website.

Sebagai informasi bagi kamu yang belum pernah terjun ke dunia pembuatan website, mockup adalah model replika atau struktur yang digunakan untuk melihat pre-view sebuah konsep desain website dan aplikasi mobile.

Ada beberapa manfaat membuat desain website sebelum langsung menerapkannya ke dalam barisan kode, salah satunya adalah meringankan beban kerja developer website, dan memahami apa saja kebutuhan yang harus dibuat di dalam website.

5 Aplikasi Desain Website Terbaik yang Paling Sering Digunakan

Aplikasi desain website berfungsi untuk menggambarkan struktur awal ke dalam sebuah pre-view yang jelas, merancang layout konten dan memperjelas arah flow dari setiap aksi yang dilakukan di dalam website.

Berikut ini 5 aplikasi desain website terbaik yang paling sering digunakan:

1. Balsamiq Mockup

Balsamiq adalah aplikasi desain web yang digunakan untuk membuat mockup/ tampilan awal user interface sebuah website. Balsamiq tersedia dalam 2 versi, dekstop (Windows & macOS) dan website (cloud).

Balsamiq berada di posisi pertama dalam artikel ini karena mudah digunakan dan cocok untuk pemula.

Secara fungsionalitas, Balsamiq berfokus pada bagaimana desainer menempatkan layout konten-kontennya ke dalam website. Oleh sebab itulah, saat menggunakan Balsamiq, kamu akan lebih banyak menemukan warna hitam dan putih.

Di dalam Balsamiq, kamu bisa menemukan cukup banyak prototype desain, icon, dan layout yang memudahkan kamu. Sehingga, kamu nggak perlu membuatnya dari awal.

Apabila kamu ingin membuat tombol, radio button, menu navigasi, frame, bar graphic, semuanya disediakan secara gratis. Sayangnya apabila kamu tidak berlangganan, project kamu hanya bertahan selama 30 hari saja. Apabila kamu ingin memperpanjangnya, kamu cukup membuat satu board project lalu pindahkan project sebelumnya ke board baru. Apabila tidak ingin repot seperti keterangan diatas, kamu bisa membelinya dengan membayar beberapa dolar saja (disesuaikan dengan kebutuhanmu).

2. Figma

Figma adalah salah satu aplikasi desain website yang bisa kamu gunakan secara bersama-sama (kolaborasi) dengan tim. Figma juga memiliki dua versi, yaitu versi web dan dekstop. Versi dekstop memiliki keunggulan lebih, karena dapat mengimport font yang tidak tersedia secara bebas.

Bagi UI Designer -orang yang bertugas membuat desain website– Figma adalah aplikasi penyelamat yang wajib dimiliki, terlepas kamu ini pengguna macOS, Windows, maupun Linux.

Meski satu step lebih mudah digunakan jika dibandingkan dengan Balsamiq, saat kamu menggunakan Figma, semua dimulai dari shape kosong. Sehingga, kurang cocok digunakan untuk para pemula yang ingin belajar lebih cepat.

3. Sketch

Di urutan ketiga, kamu akan menemukan Sketch. Aplikasi desain website yang khusus dibuat untuk pengguna macOS dari Apple.

Puluhan juta desainer di dunia menggunakan Sketch sebagai daily design mereka, mulai dari freelancer hingga perusahaan besar. Percayalah, saya sudah bertemu dengan mereka.

Karena, penggunaannya yang hanya bisa di macOS, sudah barang tentu Sketch adalah aplikasi desain web berbayar. Ada dua paket yang ditawarkan. Untuk indiviual, kamu bisa membayar $99. Sedangkan, $9 per kontributor untuk penggunaan tim.

Meski saya yakni ada versi gratisnya di internet. Saya tetap merekomendasikan kamu untuk menggunakan versi berbayarnya. Bukan masalah adanya virus atau malware pada versi hasil cracknya. Ini terkait dengan kontribusi dan apresiasi kamu di dunia desain website. Terutama, bagi yang menggunakan Sketch sebagai alat untuk mendapatkan pekerjaan.

4. InVision App

Aplikasi selanjutnya adalah InVision App. Aplikasi desain user interface yang sangat powerfull. Mockup, Prototyping, Freehand, hingga Design Guide bisa kamu bikin melalui InVision App.

Nggak hanya UI Designer saja yang menggunakan aplikasi ini. Orang dengan pekerjaan UX dan UI/UX Designer pun banyak menggunakan InVision App karena kemudahan dan lengkapnya fitur yang dibawa olehnya.

Sulitkah menggunakan InVision App? Tentu, sebagai pemula, kamu harus belajar dulu menggunakan InVision App. Kalau kamu sudah terbiasa, saya yakin, kamu akan melupakan aplikasi yang lainnya, dan full menggunakan InVision App.

5. Adobe XD

Last but no least, aplikasi web design yang dibuat oleh Adobe, yaitu Adobe XD.

Sebagai alternatif terakhir untuk kamu yang sudah terbiasa dengan produk yang dibuat oleh Adobe, atau sudah terlanjut memiliki lisensi berbayar produk Adobe, Adobe XD adalah aplikasi web design terbaik kamu.

Bagi saya, yang belum terbiasa dengan produk Adobe, merasakan Adobe XD memiliki User Interface yang sulit untuk digunakan. Entahlah untuk kamu yang sudah terbiasa menggunakan Adobe Photoshop, Illustrator, After Effect, atau Premiere.

Yang pasti, saya nggak sering mendengar ada desainer yang bekerja sebagai UI/UX menggunakan Adobe XD sebagai daily design mereka. Tapi, bukan berarti Adobe XD nggak bagus, ya. Masih bagus, kok. Susah aja dipakai.

Sebagai informasi bagi yang belum tahu, UX (User Experience) adalah bidang ilmu yang berfokus pada pengalaman pengguna saat menggunakan aplikasi atau website agar nggak merasa kesulitan saat menggunakannya.

###

Itu dia 5 aplikasi desain website yang paling sering digunakan oleh UI Designer dan UX Designer.

Kelima aplikasi tersebut nggak membutuhkan skill koding sama sekali, kok. Kamu hanya perlu drag & drop layaknya menggunakan aplikasi editing foto dan gambar biasanya.

Perbedaannya, kamu bisa melihat barisan kode pada masing-masing panel aplikasi mengenai kode HTML/CSS yang harus ditulis ketika mulai pembuatan website.

Author

I'm UI/UX Enthusiast who passionate about startup business things

Write A Comment