Jika kamu pernah duduk untuk mendengarkan motivasi dalam sebuah seminar pengembangan diri, most likely than not kamu akan mendengar seorang motivator berkata “Jadilah yang terbaik, dimana kamu bisa melakukan A, B, C, D, E” atau “Orang lain hanya dapat melakukan A, kamu harus dapat melakukan A-Z”

I’m sure you hear this old song many many times.

Yups, hari ini saya akan bercerita sedikit pengalaman dua minggu sebelum lebaran. Tepat pada penghujung malam, saya mendapatkan pesan dari dosen pembimbing skripsi semasa kuliah. Isi pesannya kira-kira pertanyaan kesediaan saya untuk bergabung mengisi materi dikelas yang beliau ampu (Interaksi Manusia Komputer).

Deg-degan so pasti, karna hampir satu tahun intensitas berkomunikasi dengan banyak orang sangatlah jarang, karna dikantor hanya ada 3 karyawan saja, kecuali diwaktu tertentu apabila terdapat mahasiswa magang, yang terkadang bertambah menjadi 5 orang dalam satu ruangan. Tapi tidak jarang juga saya berkumpul di akhir waktu bersama teman-teman sekampus dulu untuk sekedar CFD*, atau bahkan membicarakan sebuah project bersama teman baru. 

Singkat cerita, akhirnya saya memutuskan untuk mengambil kesempatan itu dengan alasan untuk sharing ilmu dan bahkan melatih kembali skill berkomunikasi. Saya mulai menyusun materi yang sekiranya mudah difahami oleh rekan-rekan mahasiswa (UI/UX Designer untuk Membangun Sebuah Product), menentukan jadwal untuk sharing materi dan praktek. 

Waktu yang di tunggu tiba, pertama di kelas Informatika dengan 2 sks*, semua pematerian dan praktek berjalan dengan lancar. Akan tetapi, ternyata mahasiswanya sedikit pasif, ketika diberikan sesi bertanya, tidak menggunakannya, cenderung hanya mengikuti arus pematerian saja. No problem, karna mungkin ini masih pertemuan awal.

Lalu, dihari berikutnya, saya bertemu kelas RPL, dengan jumlah sks yang lebih lama yaitu 3 sks*, dengan materi yang sama yang pernah saya presentasikan kepada mahasiswa Informatika. Ternyata dikelas ini sedik memiliki perbedaan, yaitu mahasiswanya aktif dan sering melempar tanya jawab yang berujung seperti diskusi (menyenangkan sekali tentunya). Terlalu asik berdiskusi, sampailah dipenghujung waktu, ada beberapa pertanyaan yang belum sempat saya dan menjadi PR untuk pertemuan selanjutnya.

Dari kedua kelas, terlihat perbedaan yang cukup mencolok mengenai keaktifan bertanya dan kecenderungan rasa penasaran. 

Dari kegiatan sharing dan praktek tersebut, saya menyadari bahwa pentingnya tetap menjaga komunikasi baik dengan semua orang, karna kesempatan dapat datang dari siapapun. Melatih skill dan softskill sangat penting, agar bisa berbagi dan bisa menginspirasi. 

Saya sempat mengabadikan kelas online melalui dua aplikasi berbeda, dapat dilihat dibawah ini,

*CFD (Car Free Day) Hari untuk berolahraga dan bebas kendaraan
*SKS (Satuan Kredit Semester) Lama waktu untuk menerima sebuah materi

Author

I'm UI/UX Enthusiast who passionate about startup business things

Write A Comment