Beberapa tahun belakangan ini, masyarakat Indonesia semakin sering mendengar kata “Blunder” pada setiap percakapan yang terjadi, baik di dunia nyata maupun maya.

Bukan hanya pada salah satu jenis kegiatan, bahkan di hampir semua jenis kegiatan yang dilakukan oleh manusia.

Sebut saja Adidas yang belakangan ini dianggap blunder karena menganggap wayang kulit berasal dari Malaysia. Pengamat yang memberi pernyataan bahwa Moeldoko sering blunder. Serta Liverpool yang sedang mencegah blunder pada proses transfer pemain bola.

blunder beritan internasional

Sebenarnya, apa arti kata dari blunder itu sendiri? Mari simak penjelasan berikut lengkap dengan contohnya.

Penjelasan tentang Apa itu Blunder

Dikutip dari Kamu Besar Bahasa Indonesia (KBBI), blunder adalah kesalahan serius atau memalukan yang disebabkan oleh kebodohan, kecerobohan atau kelalaian.

Kedobohan, kecerobohan atau kelalaian akibat dari blunder biasanya berakibat fatal dan seharusnya bisa dicegah terlebih dahulu sebelum dampaknya bisa dirasakan.

Dampak yang bisa dirasakan setelah melakukan blunder antara lain hilangnya pekerjaan, kalah di dalam suatu pertandingan, berkurangnya kepercayaan dari lingkungan sekitar atau menurunnya angka followers di sosmed.

Tentu, jenis dampak yang dirasakan sesuai dengan jenis blunder yang telah dilakukan.

Bagaimana agar dampak tersebut dapat direda?

Beberapa orang memilih jalan klarifikasi di media yang mereka punya. Sebagian lainnya dengan melakukan tindakan yang menurutnya terbaik dan bisa mencegah dampaknya semakin besar.

Tanpa tindakan yang cepat untuk meredakan, blunder adalah penyakit besar.

Contoh Blunder pada Penerapannya

Tidak hanya terjadi di politik dan sepakbola, blunder kerap terjadi juga pada berbagai kegiatan lainnya, berikut salah satu contohnya:

  • Blunder di PUBG ketika player terlalu offside dan akhirnya musuh bisa menyerang dengan mudah
  • Blunder di Twitter ketika seseorang yang bukan ahlinya berargumen pada suatu permasalahan tanpa membawa data yang kredibel.
  • Blunder di kantor ketika seorang karyawan tidak mengerjakan tugas dan tanggung jawabnya sebelum deadline berakhir.

Jelas, blunder ini adalah suatu hal yang harus dihindari. Karena, akan merugikan banyak pihak, terutama ketika kamu mewakili suatu tim, instansi, organisasi ataupun kelompok

Author

An Network Cellular Engineer who really passionate about Telco Tech

Write A Comment