Share

Doa Sebelum dan Sesudah Adzan beserta Maknanya

Sudah sepantasnya, kita sebagai orang muslim untuk memahami bacaan doa sebelum adzan dan doa sesudah adzan

Redaksi
doa sebelum dan sesudah adzan

Membaca doa sebelum dan sesudah adzan merupakan ritual penuh dengan makna yang dilakukan oleh umat muslim, baik yang melakukan adzan maupun yang hanya mendengarkan dari kejauhan.

Adzan itu sendiri adalah seruan yang dilakukan oleh orang-orang Islam sebagai pertanda masuknya waktu sholat fardhu.

Adzan pertama kali dipilih oleh Rasul SAW saat pada jamannya. Saat itu, sahabat Bilal bin Rabah merupakan muadzin pertama yang dipilih secara langsung oleh Rasul karena ia memiliki suara yang merdu, lantang, gagah dan berani.

Sampai kapanpun, adzan tetap akan dipakai dan dikumandangkan dimanapun. Sudah sepantasnya, kita sebagai orang muslim untuk memahami bacaan doa sebelum adzan dan doa sesudah adzan. Berikut ini bacaan dan maknanya.

Doa Sebelum Adzan saat Menjadi Muadzin

Berikut dalil doa sebelum adzan diriwayatkan oleh Imam Thabarani dalam Mujam al-Ausath-nya sebagai berikut:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ : كَانَ بِلَالٌ إِذَا أَرَادَ أَنْ يُقِيمَ الصَّلَاةَ قَالَ : السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، الصَّلَاةَ رَحِمَكَ اللَّه

Dari Abi Hurairah, ia berkata: Sahabat Bilal biasanya ketika akan mengumandangkan iqamah salat (ada juga yang memahaminya sebagai adzan) membaca salawat berupa, “Keselamatan untukmu wahai Nabi Muhammad Saw dan rahmat serta kasih sayang Allah. Kita akan salat, semoga Allah merahmatimu,”.

Sehingga, cukup sering terdengar di telinga kita ketika seorang muadzin akan mengkumangkan adzan, ia akan membasa doa Surat Al-Ahzab ayat 56 diikuti dengan shalawat.

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Innallāha wa malā`ikatahụ yuṣallụna ‘alan-nabiyy, yā ayyuhallażīna āmanụ ṣallụ ‘alaihi wa sallimụ taslīmā

Artinya: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya,”.

Namun, doa ini sunnah dan tidak ada pada dalil apapun serta belum pernah dicontohkan pada zaman Rasul SAW. Sehingga, para ulama merekomendasikan untuk cukup membaca Basmallah secara lirih, baru diikuti dengan adzan yang lantang.

Yang perlu diperhatikan seorang muadzin adalah pemenuhan syarat sah adzan pembacaan doa sesudah adzan.

Dikutip dibalikmeja.com dari NU Online, berikut syarat sah untuk menjadi seorang muadzin:

  1. Ia adalah seorang muslim.
  2. Ia memiliki kemampuan untuk membedakan mana yang baik dan buruk.
  3. Ia adalah seorang laki-laki.
  4. Tertib dalam pembacaan kalimat adzan sesuai urutan.
  5. Jeda dari satu kalimat ke kalimat adzan lain tidak terlalu lama.
  6. Dikumandangkan adzan dengan suara yang keras (tidak boleh berbisik).
  7. Hanya dikumandangkan saat masuk waktu shalat.

Siapa nih yang suka jadi muadzin? Jangan lupakan 7 syarat sah adzan di atas, ya. Kebaikan dan kesempurnaan adzan kamu akan menjadi janji ampunan Allah SWT seperti yang pernah disebutkan oleh Rasul SAW:

“Seandainya orang-orang mengetahui pahala yang terkandung pada adzan dan shaf pertama, kemudian mereka tidak mungkin mendapatkannya kecuali dengan cara mengadakan undian atasnya, niscaya mereka akan melakukan undian,” (HR. Imam Bukhari dan Muslim).

Doa Sesudah Adzan beserta Maknanya

Bagi muadzin dan pendengar kumandangan adzan, disunnahkan baginya untuk melafalkan doa serta diwajibkan untuk segera berwudhu dan menunaikan sholat.

Doa sesudah adzan tersebut adalah sebagai berikut:

للهُمَّ رَبَّ هذِهِ الدَّعْوَةِ التَّآمَّةِ، وَالصَّلاَةِ الْقَآئِمَةِ، آتِ مُحَمَّدَانِ الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَالشَّرَفَ وَالدَّرَجَةَ الْعَالِيَةَ الرَّفِيْعَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًامَحْمُوْدَانِالَّذِىْ وَعَدْتَهُ اِنَّكَ لاَتُخْلِفُ الْمِيْعَادَ

Allaahumma robba haadzihid da’watit taammah, washsholaatil qoo-imah, aati muhammadanil washiilata wal fadhiilah, wasysyarofa, wad darajatal, ‘aaliyatar rofii’ah, wab’atshu maqoomam mahmuudanil ladzii wa’adtah, innaka laa tukhliful mii’aadz.

Artinya: “Ya Allah, Tuhan pemilik panggilan yang sempurna (azan) ini dan shalat (wajib) yang didirikan. Berilah al-wasilah (derajat di surga), dan al-fadhilah (keutamaan) kepada nabi Muhammad. Dan bangkitkanlah beliau sehingga bisa menempati kedudukan terpuji yang Engkau janjikan,”.

Meskipun sunnah, membaca doa sesudah adzan akan mendapatkan pahala dan syafaat dari Rasul SAW seperti yang telah diriwayatkan dalam HR. Bukhari, “Siapa saja yang berdoa ketika mendengar seruan azan, … , niscaya jatuhlah syafaatku padanya di hari kiamat,”.

adzandoaIslamMuslimSholat
Redaksi