Hari ini (21 Juni 2021), Kredivo mengumumkan telah mendapatkan tambahan fasilitas hutang dari Victory Park Capital (VPC) sebesar Rp1,4 Triliun setelah sebelumnya juga telah menutup putaran pertama dengan total fasilitas hutang Rp1,4 T juga. Pengumuman ini membuat total fasilitas hutang dari VPC yang dimiliki oleh Kredivo senilai Rp2,8 T.

Ini adalah fasilitas hutang terbesar yang diperolehnya sejauh ini, dan merupakan komitmen hutang terbesar VPC kepada perusahaan fintech di luar Amerika Serikat dan Eropa, serta satu-satunya investasinya di Asia Tenggara yang dilakukan VPC.

Kredivo akan menggunakan fasilitas hutang tersebut untuk membantu mencapai tujuannya melayani 10 juta pelanggan di Indonesia.

Umang Rustagi, Cofounder and Deputy CEO Kredivo, mengatakan, “Kumpulan modal besar yang tersedia melalui peningkatan fasilitas ini akan memungkinkan bisnis untuk berkembang lebih jauh pada tahun 2021 dan seterusnya dan membuat kami lebih dekat dengan tujuan kami untuk melayani hingga 10 juta pelanggan di Indonesia selama beberapa tahun ke depan,”.

Tercatat hingga pada saat ini, Kredivo memiliki lebih dari 3 juta pelanggan dan menawarkan dua jenis produk pinjaman, yaitu pinjaman 30 hari tanpa bunga “buy now, pay later”, dan cicilan ecommerce tanpa kartu kredit dengan tenor 3, 6, dan 12 bulan.

Gordon Watson, partner di VPC, mengatakan, “Kami terkesan dengan ketahanan dan pertumbuhan bisnis dan berharap dapat memperdalam kemitraan kami dengan Kredivo. Perusahaan ini menghadirkan kombinasi unik dari pertumbuhan, skala, manajemen risiko, dan inklusi keuangan di salah satu pasar berkembang yang paling menarik di dunia,”.

Salah satu penyebab orang Indonesia membutuhkan layanan seperti yang ditawarkan Kredivo karena sedikitnya angka pengguna kartu kredit. Bank Indonesia mencatat, hanya ada sekitar 16,8 juta pengguna kartu kredit dari total sekitar 270 juta jiwa penduduk Indonesia. Ditambah dengan sebagian besar bank hanya memberikan pinjaman dengan jaminan, seperti pinjaman rumah atau mobil, dan pinjaman tanpa jaminan seperti yang dilakukan Kredivo itu jarang terjadi.

“Apa yang kami selesaikan bukanlah masalah kenyamanan melainkan masalah akses. Kami menempatkan kredit tanpa jaminan, atau kemampuan untuk membeli secara kredit, di tangan kaum milenial perkotaan untuk pertama kalinya, hanya karena bank tidak memberi mereka akses ke kartu kredit,” kata Akshay Garg, CEO & Co-Founder Kredivo.

Author

Media tempat dimana ide ditemukan, terbentuk, tercipta dan memicu percakapan yang saling bermanfaat.

Write A Comment