Agama Islam sangat memperhatikan bagaimana kondisi seseorang yang hendak melaksanakan ibadah, termasuk kesuciannya dari segala najis, baik hadats besar maupun hadats kecil.

Mandi besar (mandi junub) merupakan salah satu dari kegiatan seorang muslim untuk mensucikan diri dari segala perkara hadats besar yang telah dilakukan.

Praktisnya, penyebab mandi besar jadi harus dilakukan karena:

  1. Baru saja melakukan hubungan seksual (baik mengeluarkan air mani ataupun tidak)
  2. Mengeluarkan air mani (baik karena berhubungan seksual ataupun tidak), misalkan mimpi basah.
  3. Baru selesai nifas dan haid bagi perempuan.
  4. Baru menjadi mualaf (masuk dan percaya agama Islam).

Dalam suasana yang lebih islami, kegiatan ini disebut sebagai mandi janabah karena orang yang tengah dalam kondisi yang disebutkan pada praktisnya di atas disebut sebagai janabah.

Muslim yang janabah menjadi jauh dari segala bentuk kegiatan yang bersifat ibadah, seperti sholat, membaca Al-Qur’an, berpuasa, duduk & berdiam diri di masjid, mengelilingi Ka’bah serta menyentuh mushaf.

Sehingga, jelas bahwa, selain untuk menghilangkan hadats besar, tujuan mandi wajib adalah untuk bisa kembali menunaikan ibadah Islam dengan sah.

Bagaimana tata cara melaksanakan mandi besar?

Mandi besar tidak hanya dilakukan dengan niat dari dalam hati seseorang, melainkan ada tata cara, adab dan pelafalan niat yang harus dilakukan dengan benar, seperti berikut ini:

1. Niatkan dari dalam hati bahwa kita akan melakukan mandi wajib/junub.

2. Baca niat mandi wajib saat guyuran air pertama kali (bila sanggup, lafalkan secara lisan):

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbar minal janabati fardhlon lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat mandi wajib untuk menghilangkan hadas besar dari jinabah, fardlu karena Allah Ta’ala,”.

3. Bagi seorang perempuan yang hendak mandi wajib dikarenakan baru saja selesai nifas, bacalah niat berikut:

Nawaitu ghusla liraf’il hadatsil akbar minan nifasi fardhlon lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat mandi wajib untuk menghilangkan hadas besar dari nifas, fardlu karena Allah ta’ala,”.

4. Sedangkan bagi perempuan yang hendak mandi wajib dikarenakan haid, bacalah niat berikut:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْحَيْضِ ِللهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla lifraf il hadatsil akbari minal haidil lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat mandi wajib untuk mensucikan hadats besar dari haid karena Allah Ta’ala,”.

5. Kemudian, guyur sekujur tubuh. Pastikan pangkal rambut terguyur air.

6. Pastikan kembali air mengalir sampai ke dalam (lipatan) dari bagian-bagian tubuh yang memiliki rambut atau bulu.

###

Dari keenam tata cara mandi besar di atas, yang wajib dilakukan hanyalah niat dan mandinya, setelah disunnahkan untuk dilakukan. Tapi, karena sunnah adalah sesuatu yang baik (apabila) dilakukan dan tidak apa-apa (apabila) tidak dilakukan, maka sangat direkomendasikan untuk dilakukan.

Niat sudah tentu menjadi wajib karena suatu ibadah yang akan kita lakukan, haruslah didasari dengan niat.

Sedangkan mandinya adalah perintah yang juga sudah terkandung dalam potongan ayat 6 Surat Al-Maidah yang artinya, “Jika kamu junub maka mandilah,”.

Jika proses mandi janabah (junub) ini sudah dilakukan dengan benar, seseorang bisa melanjutkan kembali kegiatan ibadahnya, mulai dari mengambil wudhu sesuai tata caranya, menunaikan sholat, membaca Al-Qur’an serta kegiatan ibadah lainnya.

Author

Media tempat dimana ide ditemukan, terbentuk, tercipta dan memicu percakapan yang saling bermanfaat.

Write A Comment