Calon pelanggan akan membandingkan produk Anda dengan kompetitor karena mereka inginkan yang terbaik. Value proposition punya peran ketika kondisi ini sedang terjadi.

Semakin baik value propositionnya, semakin besar kemungkinan Anda bisa mendapatkan hati calon pelanggan. Akhirnya, penjualan bisnis Anda akan meningkat.

Menarik, bukan? Yuk, kita pelajari apa itu value proposition, contoh terbaik dan tips membuatnya. Simak artikel ini lebih lanjut.

Apa itu Value Proposition?

Value proposition adalah kalimat bersifat persuasif yang merupakan inti dari semua kelebihan produk/layanan yang Anda tawarkan.

Kalimat ini tidak harus bombastis atau berlebihan, yang penting bisa mengidentifikasi dan memberi tahu kepada calon pelanggan kenapa produk Anda lebih baik daripada milik kompetitor.

Oleh karena itu, value proposition harus ditonjolkan di semua jenis digital marketing yang Anda gunakan, baik itu di website, sosial media, email maupun media offline.

Beberapa contoh bagus dari sebuah value proposition antara lain:

  1. Shopify: Shopify is everything you need to sell everywhere.
  2. WooCommerce: Build exactly the eCommerce website you want.
  3. Spotify: Musik untuk semua orang.
  4. Trello: Trello helps teams move work forward.
  5. Evernote: Remember everything and tackle any project with your notes, tasks, and schedule all in one place.

5 contoh di atas adalah value proposition yang berhasil juga mengantarkan mereka menjadi perusahaan berskala internasional.

Sekilas, kalimat dari 5 contoh di atas terlihat seperti tagline. Sebenarnya, value proposition satu tingkat di atas tagline, dimana tagline hanya 1 kalimat yang menjelaskan satu kelebihan, value proposition adalah 1 kalimat rangkuman dari semua kelebihan produk Anda.

Pada akhirnya, value proposition yang bagus bersifat 4 hal ini:

  1. Mudah dimengerti hanya dalam 5 detik
  2. Mengomunikasikan hasil spesifik yang akan diperoleh pelanggan
  3. Menjelaskan kenapa produk Anda berbeda dan lebih baik
  4. Jelas tujuannya untuk siapa

2 Jenis Value Proposition

Ada 2 jenis value proposition yang dibedakan berdasarkan target marketnya, yaitu customer value proposition (CVP) dan employee value proposition (EVP).

Keduanya memiliki satu tujuan yang sama, yaitu menarik perhatian dan akhirnya saling menguntungkan, terutama bagi perusahaan karena penjualannya akan meningkat dan banyak calon lulusan yang ingin bekerja di sana.

Perbedaan antara kedua jenis ini terlihat jelas pada objeknya. Pertama, CVP menggambarkan solusi yang dihadapi oleh calon pelanggan, sedangkan EVP menggambarkan bentuk penghargaan kepada karyawan berbakat.

Kedua, kalimat CVP menjelaskan kenapa orang-orang yang membeli produk Anda, sedangkan kalimat EVP menjelaskan kenapa para pencari kerja harus bekerja di perusahaan Anda.

Tools untuk Membuat Value Proposition

Tertarik untuk membuat value proposition? Perkenalkan, value proposition canvas, tools yang akan membantu Anda menyiapkannya dengan lebih cepat dan tepat.

value proposition canvas

Tools ini dikembangkan oleh Dr Alexander Osterwalder sebagai framework yang akan memastikan bahwa setiap produk di sebuah perusahaan susah sesuai dengan apa yang diinginkan oleh users.

Jadi, dalam tahap pengembangan produk atau pembuatan produk barunya kita, tools ini membantu memberikan kita arah yang tepat.

Gunakanlah framework di atas dan isi masing-masing kolom sesuai dengan penjelasan di bawah ini.

Bagian customer profile:

  1. Gains: Apa manfaat yang diharapkan dan dibutuhkan pelanggan dalam mengatasi suatu masalah?
  2. Pains: Apa yang biasanya membuat pelanggan kesulitan dalam mengatasi suatu masalah?
  3. Customer jobs: Tugas fungsional, sosial, dan emosional yang coba dilakukan pelanggan, masalah yang mereka coba pecahkan, dan kebutuhan yang ingin mereka penuhi.

Bagian Value Proposition:

  1. Gain creators: Bagaimana produk atau layanan bisa memberikan manfaat yang dibutuhkan oleh pelanggan.
  2. Pain relievers: Deskripsi tentang bagaimana produk atau layanan bisa mengurangi kesulitan pelanggan dalam mengatasi suatu masalah.
  3. Products and services: Produk atau layanan yang menjadi jawaban dari pains dan gains sebelumnya.

Mengidentifikasi dan membuat value proposition di atas kertas dengan menggunakan framework di atas adalah langkah awal yang harus ditindaklanjuti.

Anda bisa menindaklanjutinya dengan memvalidasi apa yang sebenarnya terjadi di lapangan. Mintalah review dari pelanggan Anda untuk selalu meningkatkan penilaian Anda dalam membuat value proposition.

Author

Media tempat dimana ide ditemukan, terbentuk, tercipta dan memicu percakapan yang saling bermanfaat.

Write A Comment