Sunnah adalah bagian dari teladan terbaik umat Islam, yaitu Nabi Muhammad SAW, dimana sunnah itu sendiri menjadi perkara yang bila dikerjakan mendapatkan pahala dan bila ditinggalkan tidak mendapatkan dosa.

Salah satu sunnah yang paling sering dikerjakan oleh Rasulullah adalah shalat sunnah rawatib, yaitu shalat sunnah yang dikerjakan mengiringi shalat fardhu 5 waktu, baik sebelum maupun sesudah shalat fardhu.

Dikumpulkan dari beberapa hadits, termasuk HR. At-Tarmidzi no. 414 dan An-Nasa’i no. 1794, HR. Muslim, HR. Abu Daud dan At-Tirmidz serta HR. Abu Daud No. 1271 dan At-Tirmizi No. 430, berikut manfaat dan keutamaan shalat sunnah rawatib:

  1. Dibangunkannya rumah di surga.
  2. Diberikannya rahmat yang melimpah dan berkah.
  3. Diharamkannya dari api neraka.
  4. Diberikannya pahala yang melebihi dunia dan seisinya.
  5. Dijauhkannya dari sifat sombong dan riya.

2 Jenis Shalat Sunnah Rawatib berdasarkan Waktu Pengerjaan

Shalat sunnah rawatib memiliki 2 sebutan yang berbeda tergantung dengan waktu dilaksanakannya, yaitu:

  1. Shalat Rawatib Qabliyah: Shalat sunnah yang dikerjakan sebelum shalat fardhu.
  2. Shalat Rawatib Ba’diyah: Shalat sunnah yang dikerjakan sesudah sholat fardhu.

2 jenis tersebut sesuai dengan penjelasan yang sudah disebutkan pada buku 33 Macam Jenis Shalat Sunnah karya Muhammad Ajib, Lc., MA.

Kedua-duanya tetap dianjurkan ditunaikan agar mendapatkan pahala dan keutamaan lebih banyak meskipun bila ditinggalkan, seorang muslim tidak akan mendapatkan dosa.

Karena, shalat rawatib dapat dijadikan sebagai penambal ketidaksempurnaan dari shalat fardhu yang telah dan akan dikerjakan, sebagaimana dalam hadits riwayat Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ الْمُسْلِمُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، الصَّلَاةُ الْمَكْتُوبَةُ، فَإِنْ أَتَمَّهَا، وَإِلَّا قِيلَ: انْظُرُوا هَلْ لَهُ مِنْ تَطَوُّعٍ؟ فَإِنْ كَانَ لَهُ تَطَوُّعٌ أُكْمِلَتِ الْفَرِيضَةُ مِنْ تَطَوُّعِهِ، ثُمَّ يُفْعَلُ بِسَائِرِ الْأَعْمَالِ الْمَفْرُوضَةِ مِثْلُ ذَلِكَ

Artinya: “Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali dihisab pada hari Kiamat adalah shalat fardhu. Itu pun jika sang hamba menyempurnakannya. Jika tidak, maka disampaikan, ‘Lihatlah oleh kalian, apakah hamba itu memiliki amalan (shalat) sunnah?’ Jika memiliki amalan shalat sunnah, sempurnakan amalan shalat fardhu dengan amal shalat sunnahnya. Kemudian, perlakukanlah amal-amal fardhu lainnya seperti tadi,” – HR. Ibnu Majah

2 Jenis Rawatib berdasarkan Seringnya Dikerjakan Nabi Muhammad

Jika qabliyah dan ba’diyah adalah 2 jenis rawatib yang dibedakan berdasarkan waktu pengerjaannya, berikutnya ada 2 jenis rawatib lagi yang dibedakan berdasarkan seberapa seringnya rawatib ini dikerjakan oleh Nabi Muhammad SAW.

Dikutip dibalikmeja.com dari NU Online, 2 jenis tersebut antara lain:

  1. Shalat Rawatib Muakkad: Rawatib yang selalu dikerjakan oleh Nabi Muhammad SAW.
  2. Shalat Rawatib Ghairu Muakkad: Rawatib yang tidak selalu dikerjakan oleh Nabi Muhammad SAW.

Jumlah Rakaat Shalat Rawatib Qabliyah dan Ba’diyah

Shalat rawatib tidak sembarang bisa dilakukan, melainkan ada anjuran dari segi waktu dan jumlah rakaat yang diperbolehkan dijalankan.

Adapun anjuran tersebut adalah sebagai berikut:

Shalat FardhuShalat Rawatib MuakkadShalat Rawatib Ghairu Muakkad
Subuh2 rakaat qabliyah
Zuhur4 rakaat qabliyah dan 2 rakaat ba’diyah2 rakaat ba’diyah
Ashar4 rakaat qabliyah
Maghrib2 rakaat ba’diyah2 rakaat qabliyah
Isya2 rakaat ba’diyah2 rakaat qabliyah

Niat, Tata Cara dan Bacaan Shalat Rawatib

Niat Shalat Rawatib

Adapun niat rawatib dibaca sesuai dengan shalat fardhu yang diiringinya, berikut detailnya.

Niat Qabliyah Subuh

اُصَلِّى سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Usholli Sunnatash Subhi Rok’ataini Qobliyatan Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’ala

Niat Qabliyah Zuhur

اُصَلِّى سُنَّةً الظُّهْرِرَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Ushalli Sunnatadh Dhuhri Rok’ataini Qobliyatan Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’ala

Niat Ba’diyah Zuhur

اُصَلِّى سُنَّةً الظُّهْرِرَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Ushalli Sunnatadh Dhuhri Rok’ataini Ba’diyah Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’ala

Niat Qabliyah Ashar

اُصَلِّيْ سُنَّةَ الْعَصْرِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Ushalli Sunnatadh Ashri Rok’ataini Qabliyatan Mustaqbilal Wiblati Ada’an Lillahi Ta’ala

Niat Qabliyah Magrhib

اُصَلِّيْ سُنَّةً الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Ushalli Sunnatal Maghribi Rok’ataini Qabliyatan Mustaqbilal Qiblati Ada’an Lillahi Ta’ala

Niat Ba’diyah Maghrib

اُصَلِّى سُنَّةً الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Usholli Sunnatal Maghribi Rok’ataini Ba’diyah Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’ala

Niat Qabliyah Isha

اُصَلِّى سُنَّةً الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Ushollii Sunnatal Isyaa’i Rok’ataini Qabliyatan Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’ala

Niat Ba’diyah Isha

اُصَلِّى سُنَّةً الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Usholi Sunnatal Isyaa’i Rok’ataini Ba’diyatta Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’ala

Tata Cara Shalat Rawatib

Adapun tata cara dan urutan rawatib sebagai berikut:

  1. Berwudhu terlebih dahulu.
  2. Membaca niat sholat sunnah rawatib sesuai waktu pelaksanaanya (Qobliyah atau Ba’diyyah).
  3. Takbiratul ihram.
  4. Membaca surah Al-Fatihah diikuti dengan doa iftitah.
  5. Membaca surah pendek di dalam Al Quran. Dalam sebuah hadist disebutkan jika Rasulullah SAW biasanya membaca surah Al Kafirun dan Al Ikhlas saat melakukan rawatib.
  6. Rukuk dengan tuma’ninah.
  7. I’tidal dengan tuma’ninah.
  8. Sujud.
  9. Duduk di antara dua sujud.
  10. Sujud kedua.
  11. Berdiri lagi menunaikan rakaat yang kedua dengan melakukan urutan tata cara sholat yang sama seperti rakaat pertama.
  12. Duduk tasyahud akhir dan salam menengok ke arah kanan dan kiri.

###

Itulah semua hal tentang rawatib, sebuah sunnah yang sangat bermanfaat bagi umat muslim, bahkan melebih dunia dan seisinya.

Semoga konten artikel ini membantu dan meningkatkan motivasi dalam diri sendiri untuk selalu mengejar kebaikan dan pahala dunia dan akhirat.

Mengingat betapa istimewanya sunnah ini, shalat wajib (fardhu) 5 waktu harus lebih didahulukan daripada rawatib. Karena, shalat fardhu adalah amal hamba yang pertama kali dihisab.

Author

Media tempat dimana ide ditemukan, terbentuk, tercipta dan memicu percakapan yang saling bermanfaat.

Write A Comment