Memperhatikan niat dan syarat dalam beribadah Islam merupakan suatu elemen penting, termasuk dalam menjalankan syarat sah sholat.

Karena, sholat 5 waktu bukan hanya tentang rukun dan urutannya saja, ada ritual serta syarat yang harus dipenuhi sehingga bisa (inshaAllah) diterima ibadahnya.

Salah satunya adalah mengambil wudhu dengan baik dan menghindari beberapa perkara yang membatalkan wudhu.

Untuk lebih lengkapnya, mari kita bahas satu per satu syarat sah sholat fardhu dan sunnah sesuai syariah Islam pada daftar berikut.

1. Beragama Islam

Sudah tentu syarat melakukan sholat adalah beragama Islam, sehingga beragama Islam kerap juga disebut sebagai syarat wajib sholat –harus dipenuhi sebelum melakukan sholat.

Sedangkan bagi agama selain agama Islam, mereka memiliki ibadah masing-masing. Bilamana mereka hendak melakukan sholat, maka hendaklah masuk Islam (mualaf) terlebih dahulu.

2. Sudah baligh

Akil baligh merupakan istilah dalam agama Islam yang menandai apakah seseorang sudah dapat dibebani kewajiban menjalankan syariat sepenuhnya atau belum.

Mengajarkan ngaji dan sholat kepada anak yang belum akil baligh memang sangat penting, tapi dalam kondisi ini mereka belum punya kewajiban untuk memenuhi 5 waktu.

Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui tanda akil baligh bagi seorang anak, diantaranya:

  • Sudah bermimpi basah atau mengeluarkan air mani bagi laki-laki.
  • Sudah haid bagi perempuan.
  • Sudah memenuhi umurnya.

Sedangkan umur juga dibagi menjadi beberapa bagian menurut mazhab. Mazhab Syafii dan Hambali secara umum menyebutkan, usia balig untuk laki-laki dan perempuan adalah 15 tahun.

Menurut mazhab Hanafi, batas minimal akil baligh bagi laki-laki adalah umur 12 tahun dan 9 tahun bagi perempuan.

Sedangkan menurut mazhab Maliki, batas akil baligh bagi seorang laki-laki dan perempuan adalah 17 tahun memasuki 18 tahun.

3. Berakal dan dalam keadaan sadar

Berakal adalah syarat bagi kebanyakan ritual ibadah dalam agama Islam, yang mana artinya setiap orang yang berada di bawah akal dan pikiran tidak memenuhi atau tidak wajib untuk melakukan ibadah.

Berakal dalam hal ini bisa didefinisikan ke dalam banyak hal, seperti tidak gila, mengetahui mana yang baik dan buruk, mengetahui mana yang fardhu dan sunnah serta tidak dalam kondisi mabuk karena minuman keras dan obat-obatan terlarang.

4. Suci dari hadats kecil dan hadats besar

Sebagaimana dijelaskan dalam riwayat Hadits Bukhari, Muslim, Abu Daud, dan Turmidzi, “Allah tidak akan menerima shalat seseorang diantara kalian sebelum ia berwudhu,”.

Hadats kecil bisa kita hapus dengan berwudhu atau tayamum. Sedangkan hadats besar, harus disucikan dengan cara mandi wajib (junub).

5. Anggota badan, pakaian dan tempat sudah suci dari kotoran

suci dari kotoran

Memang benar jika kesucian, kenyamanan dan kekhusyukkan sholat datang dari niat dan keikhlasan dari dalam hati kita.

Tapi, bagaimana jika kondisi sekeliling kita ditempati dengan berbagai kotoran yang justru hanya akan membuat sholat semakin tidak khusyuk?

Oleh sebab itu, penting untuk menjaga seluruh pakaian dan tempat sekeliling sholat bersih dari kotoran. Salah satunya dengan menggunakan sajadah.

6. Menutup aurat

Dalam Surat Al-A’raf ayat 31 diterangkan bahwa setiap orang yang hendak masuk ke masjid (dan menunaikan sholat) untuk menjaga diri dan menutup aurat.

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚإِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

Yā banī ādama khużụ zīnatakum ‘inda kulli masjidiw wa kulụ wasyrabụ wa lā tusrifụ, innahụ lā yuḥibbul-musrifīn

Aurat perempuan adalah seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan. Sedangkan, aurat laki-laki adalah antara pusar sampai lutut.

7. Masuk ke dalam waktu sholat yang benar

Sholat wajib 5 waktu apapun akan menjadi haram dilakukan jika dilakukan tidak pada waktunya.

Ketika masuk sholat subuh, ya seharusnya lakukanlah sholat subuh. Ketika masuk sholat maghrib, maka lakukanlah sholat maghrib.

Oleh sebab itulah, syarat sah sholat diantaranya ada berakal dan mengetahui mana yang benar serta mana yang salah. Hal ini untuk memastikan kita tahu apa yang sedang/akan kita lakukan.

8. Menghadap kiblat

Di dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Bila kamu hendak mengerjakan sholat, hendaklah menyempurnakan wudlu kemudian menghadap kiblat lalu takbir,”.

9. Tidak melakukan gerakan lain selain gerakan sholat

Para ulama sepakat, tidak sah shalat seorang muslim apabila dalam hatinya terdapat maksud selain Allah. Misalnya memikirkan pekerjaan, makanan, keluarga, dan lainnya.

Imam Syafii menyatakan, banyak bergerak dalam sholat maka hukumnya batal. Demikian juga dengan pendapat Imam Maliki, Hanbali, dan Hanafi. Perbuatan gerak yang membatalkan sholat itu menurut kesepakatan pada ulama mazhab ini, apabila perbuatan gerak tersebut diluar gerakan sholat.

###

Demikianlah semua syarat sah sholat yang sebaiknya ditunaikan sehingga setiap dari kita yang menunaikan sholat dapat mendapatkan pahala yang paling sempurna dari Allah SWT.

Author

Media tempat dimana ide ditemukan, terbentuk, tercipta dan memicu percakapan yang saling bermanfaat.

Write A Comment