Sholat merupakan munajat kepada Allat SWT yang harus dilakukan dalam keadaan suci dari najis, sedangkan wudhu merupakan salah satu syarat sah sholat dan cara untuk menghilangkan najis di diri kita.

Maka, sudah sepantasnya, sebagai seorang muslim yang beriman untuk mengetahui bagaimana tuntunan, doa, tata cara wudhu serta beberapa hal yang membuat wudhu jadi sempurna atau sah.

Hal ini semakin jelas setelah melihat Surat Al-Maidah ayat 6 yang memiliki arti, “Wahai orang yang beriman, bila kalian hendak shalat, basuhlah wajah kalian, tangan kalian hingga siku, usaplah kepala kalian, dan (basuhlah) kaki kalian hingga mata kaki,”.

Mengacu pada buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap karya Drs. Moh. Rifa’i, menurut bahasa, wudhu berarti bersih dan indah, sedang menurut syara’ artinya membersihkan anggota wudhu untuk menghilangkan hadats kecil.

6 Syarat Wudhu

Ada setidaknya 6 syarat agar wudhu dianggap sah, antara lain:

  1. Islam.
  2. Tamyiz, artinya dapat membedakan baik atau buruknya sesuatu pekerjaan.
  3. Tidak berhadats besar.
  4. Dengan air suci lagi mensucikan.
  5. Tidak ada sesuatu yang menghalangi air sampai ke anggota wudhu, misalnya getah, cat dan lain sebagainya.
  6. Mengetahui mana yang wajib (fardhu) dan mana yang sunah.

10 Sunah Wudhu

Adapun sunah-sunah wudhu ada 10, antara lain:

  1. Membaca basmalah “Bismillahhirohmannirohim” sebelum wudhu dimulai.
  2. Membasuh kedua telapak tangan sampai pergelangan.
  3. Berkumur-kumur.
  4. Membasuh lubang hidung.
  5. Membaca niat wudhu sambil menyapu seluruh kepala dengan air.
  6. Mendahulukan anggota badan bagian kanan daripada kiri.
  7. Menyapu kedua telinga luar dan dalam.
  8. 3x proses membasuh pada bagian yang disebutkan.
  9. Menyela-yela jari-jari tangan dan kaki.
  10. Membaca doa setelah wudhu.

Tata Cara Berwudhu beserta Bacaan Doanya

Dikutip dibalikmeja.com dari laman resmi NU Online, dalam fikih madzhab Syafi’i ditetapkan ada enam hal yang menjadi rukun wudhu, hal itu sebagaimana disebutkan Syekh Salim bin Sumair Al-Hadhrami dalam kitabnya Safinatun Najah:

فروض الوضوء ستة: الأول النية الثاني غسل الوجه الثالث غسل اليدين مع المرفقين الرايع مسح شيئ من الرأس الخامس غسل الرجلين مع الكعبين السادس الترتيب

Artinya, “Fardhu wudhu ada enam: (1) niat, (2) membasuh muka, (3) membasuh kedua tangan beserta kedua siku, (4) mengusap sebagian kepala, (5) membasuh kedua kaki beserta kedua mata kaki, dan (6) tertib,” (Lihat Salim bin Sumair Al-Hadhrami, Safînatun Najâ, Beirut, Darul Minhaj, 2009, halaman 18).

Drs. Moh. Rifa’i telah menerangkan dalam bahasa yang lebih mudah dipahami menjadi urutan tata cara wudhu berikut:

1. Sebelum berwudhu, kita harus membersihkan dahulu najis-najis yang ada pada badan, kalau memang ada najis. Bila seorang suami-istri telah melakukan hubungan, maka diwajibkan untuk mandi wajib atau mandi besar (junub).

2. Membaca “Bismillahhirohmannirohim”, sambil mencuci kedua belah tangan sampai pergelangan tangan dengan bersih.

3. Selesai membersihkan tangan, lanjutkan dengan berkumur-kumur tiga kali, sambil membersihkan gigi.

4. Selesai berkumur, lanjutkan dengan mencuci lubang hidung tiga kali.

5. Selesai mencuci lubang hidung, lanjutkan dengan mencuci muka tiga kali, mulai dari tempat tumbuhnya rambut kepala hingga bawah dagu, dan dari telinga kanan ke telinga kiri, sambil membaca niat wudhu berikut:

نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْاَصْغَرِ فَرْضًا للَِّهِ تَعَالَى

“Nawaitul wudhu’a lirof’il hadasil ashghori fardhol lillaahi ta’aala.”

Artinya: “Saya niat wudu untuk mengangkat hadas kecil fardhu karena Allah Ta’aala,”.

6. Setelah membasuh muka, lanjutkan dengan mencuci kedua belah tangan hingga siku-siku tiga kali.

7. Selesai mencuci kedua belah tangan, lanjutkan dengan menyapu sebagian rambut kepala tiga kali.

8. Selesai menyapu sebagian rambut kepala, lanjutkan dengan menyapu kedua belah telinga tiga kali.

9. Mencuci kedua belah kaki tiga kali, dari/sampai mata kaki.

10. Akhiri dengan membaca doa setelah berwudhu (dan disunahkan menghadap kiblat) yang berbunyi seperti berikut:

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

“Asyhadu allâ ilâha illallâhu wahdahû lâ syarîka lahu wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhû wa rasûluhû, allâhummaj’alnî minat tawwâbîna waj’alnii minal mutathahhirîna.”

Artinya: “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan Allah. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk dalam golongan orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku termasuk dalam golongan orang-orang yang bersuci (shalih),”.

Tata cara di atas harus dilakukan dengan bersungguh-sungguh (al-mubalaghah), berurutan serta tidak melewati satupun urutan tata cara wudhu tersebut, tidak terkecuali berwudhu saat berpuasa.

Setelah berwudhu, hendaklah untuk menunaikan sholat yang akan kamu lakukan dan hindari hal-hal yang membatalkan wudhu.

Author

Media tempat dimana ide ditemukan, terbentuk, tercipta dan memicu percakapan yang saling bermanfaat.

Write A Comment