“Sedikitnya harus ada 3 jenis digital marketing yang harus kita ketahui bila ingin menjadi digital marketer yang dicari oleh banyak pebisnis,”.

Kutipan diatas saya ambil dari artikel yang saya muat pada kesempatan sebelumnya, dimana saya juga menjelaskan bahwa ada 3 jenis digital marketing yang saat ini saya kuasai, yaitu SEO, SEM (PPC), dan Content Marketing.

Tapi, apa sih perbedaan dari masing-masing jenis tersebut dan mana yang sebenarnya paling menguntungkan bagi sebuah bisnis? Ini dia detailnya.

1. Search Engine Optimization (SEO)

SEO adalah praktik dari seorang digital marketer dan pebisnis online untuk mendapatkan lebih banyak pengunjung masuk ke dalam website melalui penelusuran kata kunci di mesin pencari internet (search engine), seperti Google, Bing, dan Yahoo!.

SEO memiliki peran vital bagi setiap bisnis yang berjalan secara online. Karena, search engine merupakan portal terbesar antara calon pembeli menemukan barang yang akan dibelinya. Siapapun yang tidak menerapkan strategi SEO, sama halnya melewatkan kesempatan besar untuk mendapatkan penjualan yang lebih tinggi.

Ada sekitar 1 Miliar pencarian informasi yang dilakukan oleh users di Indonesia melalui Google, beberapa persen diantaranya mungkin mencari informasi terkait produk yang kamu jual melalui website.

statistik penggunaan google di indonesia

Simpelnya, konsep SEO bekerja dengan tahapan seperti berikut:

  • Google mengumpulkan informasi dari semua website di dunia yang sudah bisa diakses oleh publik.
  • Users mencari informasi melalui search engine Google menggunakan sebuah keyword, misalkan “sepatu futsal”.
  • Search engine Google akan memilih dan mengurutkan daftar website mulai dari yang berkualitas terbaik hingga terendah, serta diurutkan berdasar tingkat relevansinya dengan keyword yang dicari oleh users.

Konsep dan cara penerapan yang lebih lengkap bisa kamu pelajari dalam serial belajar SEO.

Kelebihan SEOKekurangan SEO
1. Gratis!1. Meskipun mendatangkan traffic dengan SEO dilakukan secara gratis, butuh waktu, konsistensi, dan effort untuk meningkatkan kualitas website.
2. Website yang muncul di halaman pertama search engine akan sangat mudah dipercaya oleh users, meskipun mereka baru pertama kali mengunjunginya.2. Algoritma search engine untuk menentukan apa faktor yang mempengaruhi kualitas website berubah-ubah setiap waktu, membuatnya sangat sulit berkompetisi di search engine.
3. SEO akan menjadi pondasi dalam membangun user experience (UX) sebuah website.3. Diperlukan pemahaman tentang proses pembuatan website dan dasar-dasar dari HTML/CSS.

2. Pay-per-Click (PPC)

Pay-per-Click (PPC), seperti namanya, adalah iklan berbayar untuk membuat sebuah web bisa masuk ke dalam daftar urutan pertama hasil search engine.

Bagi yang pernah belajar digital marketing, mungkin pengertian tadi lebih sering didengar saat ada penjelasan tentang Search Engine Marketing (SEM). Faktanya, PPC merupakan jenis digital marketing bagian dari SEM. Sedangkan, SEM merupakan teknik digital marketing yang terbagi menjadi dua, yaitu SEO dan PPC.

Jelas? Bagus…

…Nah, PPC ini hadir karena Google dan digital marketer sama-sama mengetahui bahwa persaingan organik melalui SEO itu sulit dan besar. Sehingga, dibuatlah hasil pencarian berupa iklan berbayar yang dilabeli dengan kata “Ad” atau “Iklan” di samping hasil pencariannya.

hasil pencarian ppc

PPC ini menjadi jalan pintas bagi pebisnis dan digital marketer yang ingin naik ke peringkat pertama search engine dengan lebih cepat. Tentu dengan harus membayar biaya iklan yang diperlukan (yang tentunya tidak murah).

Meskipun biaya PPC tidak murah, rata-rata konversi dari hasil iklan PPC cukup besar, sekitar 3,48% di semua industri bisnis. Memungkinkan bisnis kamu untuk mendapatkan ROI lebih cepat.

Kelebihan PPCKekurangan PPC
1. Selamat ada uang, website kamu bisa cepat masuk ke peringkat pertama Google.1. Biaya mahal, khususnya jika yang kamu targetkan adalah targetting keyword yang populer.
2. Iklan dibayar hanya ketika ada orang yang melihat dan klik iklan kamu.2. Banyak users yang skeptis dengan iklan di search engine dan cenderung lebih memilih hasil pencarian organik.
3. Biaya iklan bisa dibatasi.3. Persaingan dengan kompetitor ada di jumlah uang yang kamu miliki. Jika batas yang kamu atur terlalu rendah, posisi kompetitor ada di atas iklanmu.

3. Content Marketing

Content marketing adalah proses pemasaran yang melibatkan pembuatan dan pendistribusian konten ke users dengan tujuan untuk mengenalkan, mempromosikan suatu produk ataupun mengedukasi users tentang produk tersebut.

Bentuk dari konten tersebut dapat berupa artikel blog, video, podcast, infografis, webinar, dan riset (tergantung dari jenis bisnis yang dijalankan). Jika bisnismu B2B, maka konten yang digunakan biasanya berupa webinar, riset dan infografis. Sedangkan B2C, biasanya artikel blog, konten sosial media, dan podcast.

Tapi, tidak menutup kemungkinan juga B2B dan B2C saling membuat tipe konten yang sama.

Bagi saya, hanya content marketing-lah yang jenis digital marketing yang punya peran dalam setiap pelaksaaan jenis-jenis yang lainnya. Hampir tidak ada yang membutuhkan content marketing. Seperti yang kita ketahui, “content is the king”, dan itu berlaku untuk semuanya.

Kelebihan Content MarketingKekurangan Content Marketing
1. Gratis! Kamu hanya perlu talenta berbakat untuk membuat sebuah konten bisa tepat sasaran, mudah diterima dan viral.1. Karena kepopulerannya, membuat persaingan untuk menjalankan content marketing cukup berat.
2. Content merupakan elemen yang sangat menentukan bagaimana users berinteraksi dengan produk yang kamu jual.2. Agar efektif, kamu harus mengetahui karakter users serta konsisten untuk membuat konten yang menarik bagi mereka.

4. Display Advertising

Seperti namanya, display advertising adalah iklan berbayar berupa konten bergambar, tidak jarang orang menyebutnya dengan iklan banner.

Salah satu display advertising paling terpopuler adalah Google Display Network (GDN). GDN bisa membuat iklan kamu muncul di setiap website, blog, ataupun forum yang sesuai dengan karakteristik target market bisnis kamu berkat bantuan pengaturan algoritma yang bisa kamu atur sendiri.

iklan display advertising

GDN bisa efektif jika kamu mengetahui bagaimana caranya membuat copywriting yang menarik hanya dengan kurang dari 10 kata lengkap dengan gambar pendukungnya. Sayangnya, biaya yang harus dikeluarkan untuk setiap display advertising yang kamu lakukan di GDN cukup mahal.

Kelebihan Display AdvertisingKekurangan Display Advertising
1. Bisa ditargetkan ke users yang tepat, serta bisa menargetkan ulang users yang sudah pernah tertarik dengan iklan sebelumnya.1. Cukup sulit mendapatkan tingkat konversi (CTR) yang tinggi.
2. Biaya iklan bisa dibatasi.2. Persaingan dengan kompetitor ada di jumlah uang yang kamu miliki. Jika batas yang kamu atur terlalu rendah, iklan kompetitor akan lebih sering muncul.

5. Social Media Marketing (SMM)

Jika ada pertanyaan, “digital marketing apa yang memiliki engagement users tertinggi,” jawabannya adalah sosial media marketing.

Dibandingkan dengan yang lainnya, sosial media merupakan platform yang paling mudah bagi users untuk berinteraksi dengan setiap iklan yang telah kamu buat. Alih-alih hanya bertujuan untuk beriklan, kamu bisa membangun relasi lebih dekat dengan users dan mendengarkan apa yang mereka sampaikan.

SMM tidak hanya sekadar membuat konten dan menanggapi komentar yang users sampaikan. Perlu ada pemahaman target market, karakteristik users, kebiasaan users, dan algoritma dari masing-masing platform sosial media.

Facebook, Instagram, Twitter, TikTok, Pinterest, ataupun yang lainnya punya karakteristik tersendiri. Dengan memahami algoritma masing-masingnya, konten kamu di sosial media punya kesempatan besar untuk mendapatkan impression dan engagement lebih tinggi.

Kelebihan Social Media MarketingKekurangan Social Media Marketing
1. Profile users saling terhubung dan bisa membuat impressions & engagement kontenmu berlipat ganda saat mereka menyukai, berkomentar dan membagikan konten yang kamu buat.1. Semakin banyak sosial media, semakin banyak algoritma yang perlu kamu ketahui. Sedangkan, algoritma tersebut selalu mereka perbaharui.
2. Konsistensi karakter brand membantu bisnis kamu lebih mudah dikenali oleh users.2. Sosial media yang baru dibuat sulit bersaing jika tidak memiliki planning.

6. Mobile Marketing

Mobile marketing ini berfokus untuk menjangkau users target kamu di smartphone. Mobile marketing menjangkau orang-orang melalui pesan teks, media sosial, situs web, email, dan aplikasi seluler.

Mobile marketing bisa berbentuk jenis digital marketing yang lainnya, bisa jadi itu sosial media, SEO, SMM, PPC, ataupun yang lainnya. Karena, pada dasarnya semua iklan digital bisa dikonversi hanya muncul di device smartphone.

Peningkatan jumlah pemilik smartphone menjadi alasan tepat kenapa setiap bisnis dan marketer fokus untuk menjangkau users yang menggunakan smartphone. Rata-rata hampir 5 jam setiap pengguna internet di Indonesia menghabiskan waktunya untuk berselancar di internet menggunakan smartphone.

Kelebihan Mobile MarketingKekurangan Mobile Marketing
1. Users (termasuk saya dan kamu) lebih sering menggunakan smartphone dibandingkan dekstop.1. Ruang untuk beriklan sangat kecil, menyesuaikan dengan device yang dipakai users.
2. Iklan yang dioptimalkan di smartphone lebih mudah dibagikan oleh users.2. Users mudah merasa terganggu jika di smartphone terlalu banyak iklan

7. Email Marketing

Jenis yang ketujuh adalah email marketing. Jenis yang sudah sejak lama terkenal dengan CTR yang tinggi, dimana setiap digital marketer akan mengirimkan iklan ke calon konsumen atau existing konsumen secara personal ke email mereka. Iklan tersebut bisa berupa konten, promosi produk, ataupun diskon lainnya.

Salah satu aspek yang mempengaruhi CTR email menjadi terbesar dibandingkan jenis digital marketing yang lain adalah personalisasi yang bisa diatur sedemikian rupa sehingga users akan merasa bahwa, “wah, saya dapet email langsung dari bisnis A,”.

iklan di email

Menurutmu gimana?

Kelebihan Email MarketingKekurangan Email Marketing
1. Punya daftar email users berarti kamu bisa menjalin relasi tanpa putus. Berbeda dengan followers di sosial media yang (mungkin) kapan-kapan Instagram tutup, maka sudah pasti jutaan followersmu juga hilang.1. Mengumpulkan daftar email users sangat sulit dilakukan, perlu sesuatu bernilai yang ditawarkan agar users mau mengisi formulir yang kamu gunakan untuk mengumpulkan email.
2. Isi pesan sesuai dengan minat users.2. Kreativitas terbatas dengan kecilnya tampilan email. Email yang terlalu panjang akan terkesan membosankan.

8. Influencer Marketing

Influencer marketing melibatkan content creator, selebritis atau public figure yang memiliki banyak pengikut (komunitas) untuk mempromosikan produkmu ke pengikut mereka.

Saat ini, popularitas influencer marketing sangat meningkat. Banyak brand bisnis yang mempercayakan promosinya kepada influencer karena dianggap meningkatkan brand awareness dari brand tersebut. Lewat influencer, pesan iklanmu tidak terlihat seperti iklan dan begitu meyakinkan karena datang dari orang yang cukup dekat dengan konsumen.

Meskipun pesan iklan tersebut disampaikan oleh influencer, kamu tetap bisa melihat hasil efektivitasnya iklan tersebut melalui insight yang influencer sampaikan, diantarnya impression, clicks, comments, share dan save.

Kelebihan Influencer MarketingKekurangan Influencer Marketing
1. Bisnismu tidak perlu mencari audiens baru, karena influencer sudah diikuti oleh users (yang tentunya harus sesuai target market bisnis kamu).1. Users tersebut adalah aset bagi influencer, bukan aset bisnis kamu. Perlu kreativitas pesan iklan agar mereka mau ikut follow sosial media bisnis kamu juga.
2. Pesan iklan disampaikan langsung kepada users yang sesuai target market2. Harus berhati-hati memilih influencer ‘bodong’ dan asli. Influencer ‘bodong’ artinya followers mereka adalah akun palsu.

9. Affiliate Marketing

Affiliate marketing berarti outsourcing kepada individu atau perusahaan lain yang akan mempromosikan produk kamu dengan imbalan komisi.

Afiliasi akan mempromosikan produk kamu di situs web mereka dan jika pelanggan mengklik dan membeli, maka afiliasi akan secara otomatis menerima komisi untuk meningkatkan penjualan itu.

Ini menjadi semakin populer dalam beberapa tahun terakhir, melalui situs-situs seperti Instagram dan YouTube, di mana perusahaan akan meminta influencer terkenal, untuk mempromosikan produk atau layanan mereka di halaman sosial atau situs web afiliasi mereka.

Kelebihan Affiliate MarketingKekurangan Affiliate Marketing
1. Perlu kerja keras agar banyak individu dan perusahaan lain mau mempromosikan produk kamu.1. Kamu tidak akan memiliki kendali 100% atas brand kamu, dan kamu harus mendidik mereka tentang identitas merek dan pesan kamu.
2. Tidak ada biaya iklan. Kamu hanya perlu membayar orang yang mempromosikan ketika mereka benar-benar bisa menghasilkan penjualan.2. Harus ada kontrol yang baik untuk melacak apakah benar-benar penjualan tersebut berasal dari program affiliate marketing.

10. Local Marketing

Digital marketing kan luas, kok ada jenis local marketing?

Tentu ada dong, mengingat smartphone dan dekstop bisa dilacak lokasinya oleh beberapa aplikasi. Sehingga, pemilik device tersebut akan mendapatkan iklan dari produk yang berada di dekat lokasinya.

Salah satu yang paling terkenal dalam menjalankan local marketing adalah Google My Business (GMB) yang dapat bekerja di Google Maps dan Google search engine seperti yang bisa kamu lihat pada contoh di bawah ini.

iklan local marketing
Kelebihan Local MarketingKekurangan Local Marketing
1. Iklan akan muncul ke audiens yang sangat tepat.1. Hanya fokus pada lokasi tertentu.
2. Biaya lebih murah2. Harus punya outlet fisik.

###

Itulah dia 10 jenis digital marketing terpopuler yang patut untuk kamu pertimbangkan. Sebaiknya, jangan mencoba melakukan semuanya karena pada akhirnya kamu akan melelahkan diri sendiri dan tidak menghasilkan apa pun dengan baik!

Semoga sekarang kamu sedikit lebih paham tentang jenis-jenis digital marketing. Artinya, kamu akan dapat menemukan layanan yang tepat untuk kamu. Kunjungi serial belajar digital marketing untuk mendapatkan referensi terbaik seputar digital marketing.

Author

Digital Marketer. SEO Specialist. Content Marketer.

Write A Comment