Konten ini pertama kali terbit di rendyasyik.blogspot.com pada 15 Januari 2018.

PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) adalah program yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat untuk melatih berbagai bidang keilmuan mahasiswa yang sedang menempuh studi S1 di Indonesia.

Melalui PKM, mahasiswa dituntut untuk mengembangkan atau menciptakan ide brilian yang “semoga” bisa digunakan dan membanggakan Indonesia.

Kumpulan PKM yang sudah dirangkai oleh mahasiswa -yang juga untuk melatih penulisan karya ilmiah- direview oleh sejumlah editor (katanya) untuk dipilih mana saja yang berhak untuk maju ke babak selanjutnya, yakni PIMNAS dan kemudian mendapatkan reward sejumlah uang.

Kamu pernah merasakan ikut PKM? Apa yang kamu alami? Senang, membanggakan, kesal, atau yang lainnya?

Jika jawabannya, kesal, maka kamu berada di posisi aku sekarang. Karena apa? kurang lebih 4 kali ikut PKM tidak ada sama sekali yang lolos. Bahkan, sekalipun itu sudah menggunakan ide yang sangat brilian sumbangan dari salah satu staff di kampusku.

Nyatanya, usaha itu tetap sia-sia.

Banyak sekali yang beranggapan, cara lolos PKM adalah dengan menggunakan judul yang menarik, bagian pendahuluan harus bagus, gunakan masalah yang sedang ada di Indonesia. maaf bullshit.

Sekarang begini, kalau misalkan cara lolos PKM adalah dengan menggunakan masalah yang sedang ada di Indonesia. Kenapa PKM saya yang bertemakan e-commerce bahan pangan hasil bumi Indonesia tidak lolos? Padahal PKM itu sangat membantu para petani agar bisa menjual hasil bumi-nya langsung kepada pembeli tanpa ke tengkulak.

Nyatanya, kemarin ada NextDev2016 yang juara dengan tema penjualan hasil bumi, dan bawang. pppfffttttt. Baca beritanya: 3 Startup yang Berhasil Menjuarai Kompetisi The NextDev 2016.

Kalau misalkan cara lolos PKM adalah dengan menggunakan masalah yang ada di Indonesia, kenapa PKM yang hanya bertemakan tentang sistem informasi perpustakaan bisa lolos? Baca beritanya: Karya Mahasiswa ST3 Telkom Purwokerto Lolos Pimnas.

Sudah terburu-buru, mikir keras, hasilnya? Seperti ngawur dan ga sesuai aturan.

Seperti apa sih sebenarnya kategori biar bisa lolos PKM?

Jujur aja, kalau kamu mau cari berkas-berkas PKM yang lolos di internet, kamu bakal dapet PKM yang isinya tidak sesuai dengan pedoman penulisan yang disebarkan oleh DIKTI.

Sampai sekarang, pertanyaan ini masih sering muncul dalam pikiranku. Ga bisa dilupain kecuali aku sudah keluar dari grup PKM yang dibuat oleh kampusku.

Karena, disana akan ada banyak sekali pemberitahuan yang mengumumkan bahwa mahasiswa S1 wajib membuat PKM untuk syarat kelulusan.

Pemberitahuan yang kalau dibagikan tanggal 5 Januari 2018, isinya, “tanggal 9 Januari adalah terakhir pengumpulan”. Setelah tanggal 9 Januari lewat, ada pengumuman lagi, “pengumpulan diundur sampai tanggal 7 Maret 2018”.

Ngeselin, kan?

Setelah aku tanya beberapa teman di kampus yang rajin banget banget bikin PKM tentang apa sih fungsinya membuat PKM?

Jawaban mereka, “biar dapet uang ganti cetak 100 ribu”.

biaya ganti cetak pkm

Author

Digital Marketer. SEO Specialist. Content Marketer.

Write A Comment