Dalam dunia berbisnis, ada hal penting yang tidak boleh dilewatkan oleh pemiliknya untuk selalu mendapatkan keuntungan di penghujung hari, yaitu pemasaran.

Di tengah derasnya dunia internet, pemasaran yang dulu hanya dikenal dengan “sales dan pemasaran” saja, kini terbagi menjadi 2 bagian dan diberi nama “marketing konvensional” dan “digital marketing“.

Bagi pemilik bisnis yang baru dibangun ataupun sudah besar, keduanya sangat penting untuk diterapkan selama menjalankan bisnisnya.

Di dalam artikel ini, saya akan membahas tentang bagian kedua, bagian “digital marketing”. Bagian yang punya banyak peminat bisnis, mengingat janji-janji konsultan dan para expert bahwa digital marketing mampu mendatangkan keuntungan dan kepercayaan dari konsumen dengan lebih baik.

Hal tersebut sempat disampaikan oleh Chris Brogan, CEO Media Group, “Marketers need to build digital relationships and reputation before closing a sale“.

Pernyataan tersebut mengingatkan kita seberapa pentingnya membangun hubungan dan reputasi kepada konusmen melalui internet.

Jadi, Apa itu Digital Marketing?

Digital marketing adalah proses mempromosikan dan menjual produk/jasa di internet menggunakan satu atau lebih channel marketing, seperti mesin telusur (search engine), sosial media, email dan yang lainnya.

Digital marketing hadir karena perkembangan zaman, dimana orang-orang mulai menjadikan internet dan gadget sebagai salah satu bentuk dari gaya hidup.

Seperti yang terjadi di Indonesia, DataReportal mencatat ada sekitar 202 juta warga Indonesia yang aktif menggunakan internet dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa bagiannya digunakan untuk informasi dari berbagai barang yang ingin mereka beli sehingga terciptalah ekosistem penjualan online.

Pebisnis berborong-borong mulai aktif di internet, entah itu website, sosial media maupun yang lainnya. Apa alasanya? Tentu karena ingin mendapatkan penjualan yang lebih tinggi.

Mulai dari Apa Mempelajari Digital Marketing?

Layaknya mempelajari disiplin ilmu pengetahuan yang lainnya, ada sesuatu yang harus dibawa untuk menjadi bekal selama belajar digital marketing lebih dalam.

1. Mempelajari Funneling

Hal pertama yang saya sarankan adalah mempelajari konsep funneling. Konsep ini penting agar otak kita memahami apa yang mendorong orang yang tadinya belum tertarik dengan produk kita menjadi tertarik, beli dan loyal pada produk kita.

Sependek pengalaman yang saya ketahui, ada 2 jenis funnel dalam digital marketing. Saya sebut keduanya adalah “old ways funneling” dan “the modern funneling”.

digital marketing funnel

Kita bisa memilih satu diantara 2 funnel tersebut menyesuaikan dengan bisnis proses yang berjalan di tempat kita bekerja. Pada akhirnya, manapun funnel yang dipakai, “revenue” adalah goals akhir dari tugas digital marketer.

2. Memahami Matriks Penting

Salah satu alasan kenapa digital marketing lebih diminati oleh pebisnis karena setiap hasil dan kefektivitasannya bisa dilacak/dihitung.

Ada cukup banyak matriks yang perlu dipelajari tergantung dari channel marketing apa yang digunakan.

Instagram misalnya, ada matriks followers, impression, reach, comment, click to website dan masih banyak lagi yang lainnya.

4 Kemampuan yang Harus Dimiliki Digital Marketer

Pengetahuan dasar yang menjadi pondasi seorang digital marketer sudah selesai dipelajari? Bagus. Lalu, apa selanjutnya?

Saya ingin membahasnya dari sisi kemampuan yang diperlukan oleh digital marketer, baik dalam proses belajar maupun setiap menjalankan campaign.

Apa saja 4 skill penting bagi digital marketer?

  • Pengetahuan mendefinisikan target market/audience. Digital marketer bertugas menyampaikan kepada khalayak, baik yang belum pernah membeli produknya (agar kenal dan tahu produknya) ataupun yang pernah membeli produknya (agar semakin loyal dengan produknya). Bagaimana dengan digital marketer yang tidak bisa mendefinisikannya?
  • Data-oriented. Digital marketer punya peran untuk mempromosikan produk kepada orang yang tepat dengan budget yang efektif dan hasil yang bagus. Hal ini bisa dilakukan jika semua campaignnya dijalankan berdasarkan data dan analisis.
  • Konsisten dalam berusaha. Persaingan dunia digital sangat besar. Akan selalu ada pendatang baru yang bersaing di lini bisnis kita, serta akan ada kompetitor yang tumbuh menjadi lebih kuat. Konsistensi dan ketekunan sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas performa digital marketing.
  • Dinamis dengan ilmu baru. Selain persaingan yang besar, dunia digitalpun bergerak sangat dinamis. Akan selalu ada ilmu dan pengetahuan baru yang harus dipelajari. Hari ini mungkin kita merasa strategi A berhasil dengan efektif, tapi belum tentu berhasil juga di hari esok.

Area (Channel) Digital Marketing yang Bisa Dipelajari

Belajar ilmu digital marketing berarti siap dengan mempelajari ilmu yang luas. Siap untuk mempelajari berbagai area/channel/platform yang jumlah dan algoritmanya bisa bertambah banyak dalam hitungan hari.

Sebut saja channel TikTok, sebelum tahun 2016, tidak ada digital marketer yang mempelajarinya (tentu saja karena mereka belum rilis). Tapi, bagaimana dengan saat ini? Hampir semua pebisnis dan digital marketer ingin mempelajarinya.

Bahkan, sekarang TikTok sudah menjadi salah satu cara mendapatkan uang di internet bagi sebagian orang.

Apa saja area digital marketing?

  • Search Engine
  • Content Marketing
  • Affiliate Marketing
  • Social Media
  • Display Ads
  • Email Marketing
  • PPC (Pay-per-click)
  • Local Marketing
  • Mobile Marketing
  • Branding

Sedikitnya harus ada 3 area digital marketing yang harus kita ketahui bila ingin menjadi digital marketer yang dicari oleh banyak pebisnis.

Seperti yang dikatakan oleh Rand Fishkin, pendiri MOZ, bahwa orang dengan pemahaman dasar tentang berbagai disiplin ilmu digital marketing merupakan aset berharga. Mereka akan memahami bagaimana disiplin ilmu yang berbeda bisa dicocokan satu sama lain dan bisa turun tangan untuk mendukung di berbagai area (jika diperlukan).

3 area ini suka saya sebut dengan nama T-Shaped, dimana saya harus memiliki 3 ilmu dari area digital marketing. Salah satunya adalah yang paling saya kuasai, yaitu mempelajari SEO.

t-shaped digital marketer

Kira-kira, mana yang ingin kamu kuasai? Tenang, tidak ada yang paling bagus ataupun yang paling buruk. Semuanya bermanfaat sesuai fungsinya masing-masing. Semuanya bisa digunakan untuk memasarkan berbagai peluang usaha rumahan.

Terlalu Berat dan Banyak? 6 Tips Ini Bisa Bantu Kamu Belajar Digital Marketing Lebih Mudah

Untuk pemula, tentu mempelajari banyak hal cukup sulit untuk ditentukan. Kecuali kamu adalah orang yang punya kemampuan untuk bisa belajar dengan cepat.

Pada kasus yang terjadi pada diri saya sendiri. Saya punya 6 tips yang membantu proses belajar digital marketing dari awal hingga saat ini.

Berikut ini 6 tips tersebut.

1. Baca Buku dan Sumber Terpercaya

Sebenarnya, ada banyak buku dan website yang bisa dijadikan sebagai sumber belajar digital marketing. Tapi, tidak semuanya murni mengedukasi, beberapa diantaranya terselip promosi produk/jasa yang mereka jual di website.

Tidak ada yang salah dengan hal tersebut, hanya saja saya ingin memastikan bahwa setiap sumber yang saya baca memiliki informasi yang lengkap tanpa harus memberi embel-embel, “ingin tahu lebih lanjut? konsultasikan kepada saya”.

Buat saya itu cukup menyebalkan, ya. hahaha…

Jadi, apa saja buku dan sumber untuk belajar digital marketing? Ini dia list yang saya suka:

Mungkin kamu punya sumber lain, silahkan optimalkan.

2. Mulailah dengan Memasarkan Produk Sendiri

Teori saja tidak cukup. Kita harus mempraktikannya sehari-hari.

Tapi, bagaimana jika kita baru belajar dan belum ada perusahaan yang berani merekrut pemula seperti kita? Solusinya, jual produk kita sendiri.

Produk tidak selalu tentang barang atau jasa yang dijual kepada konsumen. Produk bisa berupa diri kamu sendiri (teknik ini juga kadang disebut dengan personal branding).

Mulai dari membuat blog, mengisi konten sosial media yang tersusun, menulis di beberapa platform user-generated content.

Dengan mulai mempraktikannya sendiri, kamu bisa meningkatkan skill digital marketing dengan lebih baik + mengetahui topik apa yang sebenarnya kamu kuasai.

Karena, seperti yang kita ketahui sendiri, industri bisnis ada banyak. Tentu, tidak semua topik bisa kuasai. Seperti saya ini, topik tentang syariah sampai sekarang pun tidak cukup menguasai.

3. Jangan Berhenti Praktik dan Belajar

New tech is driving consumer habits and these new habits are driving new tech. The marketer of tomorrow needs to be in tune with these trends and be bold in embracing the new

Stéphane Bérubé, CMO Western Europe, L’Oréal

Saya kira, ucapan Stéphane Bérubé cukup mendeskripsikan apa yang saya maksud dalam tips jangan pernah berhenti praktik dan belajar.

Sedikit tambahan, apapun strategi kesuksesan yang kita selesaikan sebagai digital marketer hari ini, belum tentu terulang untuk besok.

4. Mulailah dari Area yang Ingin Dikuasai

Pada awal perjalanan belajar, mungkin kamu masih harus membaca semua area (channel) digital marketing untuk memahami bagaimana cara kerja dan konsepnya.

Tapi, untuk memulainya bisa dimulai dari area yang sebenarnya ingin kamu kuasai.

Seperti yang saya lakukan, SEO adalah area prioritas yang harus saya kuasai pertama kali. Sebagaimana hasil yang bisa saya dapatkan hari ini. Mungkin tidak sejago teman-teman SEO lain di luar sana. Tapi, tidak ada salahnya untuk bersyukur, kan?

5. Bekerjalah dengan Orang yang Punya Pengalaman

Alih-alih mencari pekerjaan bergaji tinggi, orang terkaya di China (Jack Ma) menyarankan kaum milenial untuk mencari bos yang baik di tahun pertama mereka sebagai karyawan.

When you are 20 – 30 years old, please find a good boss. A good boss is better than a good company …

Jack Ma

Kurang lebih itulah alasan kenapa saya menawarkan kamu untuk bekerja di kantor yang punya orang berpengalaman dalam dunia digital marketing.

Saya sendiri tidak ingin munafik, belajar digital marketing itu cukup sulit. Teknologinya terus bertambah, algoritma masing-masing channel selalu berubah. Intinya harus selalu belajar.

Ketika saya memiliki rekan kerja yang juga punya pengalaman digital marketing, setidaknya akan tercipta dialektika antar kami.

6. Ikut Kelas & Sertifikasi

Sudah melewati banyak proses pembelajaran dan praktik sehari-hari, tapi belum punya percaya diri dengan kemampuan kamu?

Ya sudah, sisihkan uang jajan kamu dan ikuti kelas seminar, workshop dan sertifikasi digital marketing yang tersedia di beberapa platform online.


Ada Banyak Cara Belajar Digital Marketing. Tapi, Konsisten dan Stay Update adalah Kuncinya

Mengembangkan kemampuan digital marketing bukanlah tentang menjadi yang paling pintar sekantor dan expert di semua area; ini tentang mengembangkan kemampuan kemandirian saat diperlukan dan memberikan value yang signifikan di tim kamu.

Semua area tetap perlu dipelajari untuk perkembangan karir kamu.

Bagaimana menurut kamu? Saya ingin tahu komentar kamu.

Author

Tech Savvy. Voracious reader. Digital Marketer.

Write A Comment