Ardi: Ren, kamu kan biasa tuh mainan laptop sambil utak atik HP sendiri, bisa ga benerin HP-ku. Layarnya kadang kedip-kedip koh.
Aku: masih aku tatapin bibir hitam Ardi yang bisa seenaknya bilang gitu
Ardi: Tolong lah ren, rokok deh sebungkus. Jangan pelit-pelit.

***

Eko: Ren, mau kemana?
Aku: Beli rokok mas
Eko: Sini, mau minta tolong. Nanti aku beliin rokok
Aku: dalam hati – pasti ada maunya. Ah, gausah lah mas, beli sendiri aja
Eko: Eh, sini koh sebentar. Minta tolong benerin modem mobile partner-ku. Habis diutak-atik anakku langsung ga bisa konek internet. Sebentar ya, tolong

***

Moms: Benerin itu listrik lah, masa kadang mati
Aku: Ga bisa moms
Moms: Ah kamu inih, kuliah tinggi-tinggi masa ga bisa, mahal lagi kuliahnya

***

Ppppfffttttttt, sudah bukan menjadi rahasia umum lagi, anak IT memang sering diperlakukan seperti 3 percakapan di atas. Mereka mengganggap kalau anak IT ini sanggup mengerjakan semua pekerjaan yang dirasa memiliki hubungannya dengan elektronik, dan listrik.

Sudah genap 3 tahun, memang benar aku sering mendapatkan permintaan dan pernyataan di atas –ini sangat fakta. Mereka menganggap aku menjadi seorang ahli dalam bidang elektronik dan listrik karena sudah memakan bangku kuliah menjadi mahasiwa informatika (IT).

Meski sudah kuceritakan semua apa yang aku pelajari di kampus, mereka enggan mengerti, tidak mau tahu tentang ceritaku itu. Pokoknya, anak IT harus serba tahu elektronik dan listrik lah.

Apa kalian pernah?

Tidak munafik lah, berbekal kuliah informatika (IT), aku lebih sering memilih untuk mereparasi komputer, dan HP-ku sendiri. Tapi, ini berbekal informasi yang bisa aku dapatkan melalui internet, baik Google ataupun Youtube.

Karena, disana aku bisa mendapatkan tutorial mengenai apa yang ingin aku kerjakan. Bermodal nekad inilah, aku bisa memperbaiki barang-barangku sendiri tanpa harus merogoh uang lebih banyak untuk pergi ke tukang reparasi asli. Meskipun ada beberapa kecelakaan, yang justru memaksaku mengeluarkan uang lebih banyak karena informasi di internet ini gagal.

Dari sini, aku sadar kenapa mereka menganggap anak IT bisa mengerjakan semuanya sendiri. Karena, anak IT memiliki ilmu untuk mencari tahu ilmu dan informasi yang ingin dicari melalui internet.

Karena, anak IT tahu bahwa internet adalah sumber informasi yang sangat luas. Karena, anak IT tahu dimana mereka harus mencari informasi lebih untuk mendapatkan ilmu yang lebih banyak.

Sedangkan orang lain, selain anak IT, mayoritas mereka lebih sering menggunakan internet hanya untuk sosial media dan chatting –mayoritas bukan berarti semuanya lho ya, ada kok anak di luar IT yang memang pintar dan tahu seluk beluk internet. Inilah sebab kenapa anak di luar IT selalu meminta bantuan dan memiliki mindset bahwa anak IT serba tahu.

Jadi, buat kamu anak IT yang mendapatkan pertanyaan seperti 3 pertanyaan di atas, jangan khawatir lagi. Arahkan mereka untuk memncari tahu informasi yang lebih lengkap melalui internet.

Buat mereka menjadi lebih tahu luasya internet hanya dengan satu genggaman. Beri mereka petunjuk dan jangan di-bully karena mereka tidak tahu internet.

Artikel ini pertama kali terbit di rendyasyik.blogspot.com pada 15 Januari 2018.

Author

Digital Marketer. SEO Specialist. Content Marketer.

Write A Comment